Robot Dunia Menyedihkan


Halo my blog dan kawan-kawan saya yang nyasar kesini..

Pernahkah kalian merasakan diri kalian seperti terprogram untuk terus bekerja? Dimana kalau kalian tidak bekerja 1 hari saja, maka kalian akan merasa ada yang kurang atau tidak nyaman.

Kira-kira seperti itulah yang saya rasakan sekarang

Semenjak merabahnya virus covid di negara kita ini, saya hampir mengisi waktu hidup saya dengan bekerja dan bekerja. Setiap hari saya tidur 4 - 5 jam saja. 3 jam tidur malam dan 2 jam tidur sore. Dalam 1 bulan saya menjadwalkan diri saya untuk libur 1 hari. Saya melakukan hal tersebut selama berbulan-bulan hingga diri saya sekarang terasa seperti robot yang terprogram untuk terus bekerja. Dalam 1 hari saya libur, saya tidak merasakan kenyamanan, entahlah saya merasa ada yang tidak lengkap dalam diri saya. Meski begitu, saya pun tidak menjadi orang yang kaku dalam bersosialisasi. Saya hanya merasa kaku dengan diri saya sendiri.

Semua ini berawal semenjak beberapa bulan yang lalu dimana penyebaran covid semakin meluas yang mengakibatkan para pekerja diliburkan, gaji dipotong, daya konsumsi masyarakat menurun hingga mempengaruhi pendapatan saya. Saya yang seorang pekerja serabutan (freelance) yang mengandalkan daya beli masyarakat sebagai sumber penghasilan saya, tentu cukup pusing dan stress. Saya yang dulu nya bukan perokok, sekarang mulai menghabiskan waktu senggang dengan join obrolan kawan saya bersama rokok yang sering melekat bersamanya. Entahlah, tetapi dengan hal tersebut stress saya bisa cukup terobati. Namun, saya tidak berniat sebagai pecandu.

Dibalik itu, dari setiap obrolan bersama kawan-kawan, saya rasa saya menjadi orang yang lebih terbuka. Saya mencoba lebih memperluas pikiran saya lagi untuk memecahkan masalah kehidupan saya sekarang. Meminta pendapat dan belajar ke lebih banyak orang yang saya rasa lebih berpengalaman dalam kehidupan.

Saya rasa, saya tidak bisa bergantung dengan 1 pekerjaan saja. Sekarang saya memiliki 2 pekerjaan yang harus saya jalani demi menutup kebutuhan hidup. Semenjak itu saya menjadi kurang istirahat.

Kini saya sedang melihat peluang lain yang kemungkinan akan menjadi pekerjaan ke 3 sampingan saya ke depan. Tapi entah lah, apakah saya kuat menjalani semuanya? Atau apakah saya bisa fokus untuk tetap mendapatkan penghasilan yang stabil dari ke 3 nya?
Saya rasa, saya harus memikirkan matang-matang.

Pendapatan saya bisa dibilang turun drastis semenjak semakin merabahnya virus ini. Sekarang pendapatan saya tipis sekali untuk biaya makan, sewa kontrakan, dan kebutuhan penting lainnya. Saya rasa, menutup segala biaya kebutuhan adalah prioritas saya sekarang.

Sepertinya, bekerja dan menghasilkan uang lebih banyak adalah prioritas saya untuk bertahan hidup saat ini.
Satu hari mengambil libur saja sudah sangat berefek fatal ke pendapatan saya sekarang.
Mau tidak mau saya harus terus bekerja. Menjadi manusia menyedihkan yang terprogram untuk harus terus bekerja lebih keras dan keras lagi demi memenuhi kebutuhan hidup.
Entah lah, apakah ini akan berakibat baik atau tidak untuk kesehatan saya.
Namun, faktanya saya harus tetap bekerja supaya roda kehidupan saya tetap berjalan setidaknya hingga pandemi ini berakhir.

Comments

Popular Posts