HARAPAN SAYA UNTUK PILPRES 2019

Assalamu'alaikum wr.wb

Bismillah..

Harapan gw untuk PILPRES!

Sumber foto instagram @folkative

Halo my blog..

Ngomongin soal pilpres, gw agak sedih. Gw gak punya masalah dengan capresnya. Of course. Tapi gw sedih, setiap gw baca artikel yang membahas tentang ini, banyak sekali orang-orang yang berantem di kolom komen. Netizen sebutannya. Gak di blog/web, forum facebook, youtube, instagram dan yang lain semua selalu berantem isinya. Saling memaki "Kecebong! Kampret! Kecebong! Kampret!" Begitulah mereka saling mengata-ngatai. Melihatnya gw sedih. Lama-lama gw pun pengen bikin tandingannya "Kecepret" (Bapak-ibunya kecebong dan kampret).

Lebih sedihnya adalah mereka sama-sama mengaku beragama Islam. Sama-sama sujud ke Allah SWT. Sama-sama bersyahadat dan takbir. Sama-sama bersholawat. Dan mungkin juga sama-sama duduk mengikuti kajian majelis yang sama.
Tapi kenapa? Kenapa mereka saling menghina?
Bukankah dalam Islam, kita diajarkan untuk tidak menyebut saudara-saudara kita dengan gelaran yang buruk?
Selain itu, tak sedikit pula yang saling membeberkan keburukan kehidupan pribadi atau rumah tangga paslon lawan.
Bukankah dalam Islam, kita diajarkan untuk saling menutupi aib saudara kita?
Yang dimaksud adalah tentang hal-hal pribadi dan keluarganya.
Tapi kenapa mereka suka sama-sama mencari kesalahan dan keburukan?
Kalau ada kinerjanya yang menurut kita kurang baik, maka kritiklah kinerjanya. Kalau kamu tahu keburukan dia di dalam hal pribadi, maka simpanlah dan jadikan pertimbangan untuk pilihan mu sendiri nanti. Tak perlu membongkar-bongkar aib pribadi. Ini bukan cuman untuk paslon, tapi untuk pendukungnya juga yang suka mengorek-orek aib saudaranya sendiri.

Tak ada keberpihakan saya dengan paslon 01 ataupun paslon 02. Saya selalu menulis dengan hati yang bersih.

Orang-orang banyak yang bingung. Mana yang harus dipilih? Dua-duanya sama memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Menurut gw itu wajar. Tak akan ada yang sempurna siapapun yang memimpin nanti. Pasti akan ada hal-hal yang dicari untuk dikritisi. Tapi karena netizen pendukung kedua belah pihak banyak yang suka menanggapi dengan perkataan-perkataan yang kotor, oran-orang awam jadi semakin bingung. Sebelah kanan menggonggong, sebelah kiri menggonggong. Kalau dua-duanya menggonggong, jadi mana yang anjing sebenarnya?

Orang-orang yang awam tentang hal-hal seperti ini, seperti saudara-saudara kita yang mungkin dari desa atau plosok yang biasanya hidup adem-adem pun begitu melihat sosmed berisi dengan perkataan-perkataan yang negatif, pikiran mereka bisa jadi terprovokasi. Miris.

Bukan hanya itu. Orang-orang yang mengaku berpendidikan pun juga harus sadar, kalau misalnya mereka mengatakan hal-hal kotor di sosial media itu dapat mempengaruhi dan menularkan dampak negatif ke masyarakat awam.
Orang awam yang mungkin tidak terlalu paham dengan hal-hal seperti ini terkadang malah mencernanya dengan kebencian. Dan itulah yang berbahaya. Gw sedih juga ngeliat itu. Untuk itu orang-orang yang merasa memiliki kesadaran diri, akal sehat dan prinsip agama yang baik, berusahalah untuk tidak membuat hal-hal yang cenderung mengarah ke kebencian di sosial media.

Dulunya saudara, sekarang jadi musuh hanya karena perbedaan pandangan politik. Padahal dalam agamanya diajarkan "Jagalah silaturahmi".
Hanya gara-gara politik juga bisa sampai menimbulkan perasaan dendam. Padahal dalam Islam juga diajarkan untuk saling memaafkan. Terkadang gw berpikir.. agama kita sedang dipermainkan oleh fitnah.
Tapi itu hanya sebatas pikiran angin. Meski pada kenyataannya, kini banyak yang saling menyebar fitnah dan hoax. Ah, sudahlah...

Harapan gw, gw ingin setelah pilpres ini berlangsung nanti, tak perlu ada lagi saling menghina, saling mencaci, saling membuka aib saudara, saling dendam, dll.

Gw sangat berharap seluruh rakyat bisa sama-sama saling membangun bangsa.

Sekarang kita hanya perlu berdo'a dan berusaha dengan hal-hal yang indah. Karena sejatinya, politik dalam agama Islam adalah politik yang indah. Yang berlomba-lomba menunjukan prestasi, bukan membongkar aib dan menjatuhkan satu sama lain. Untuk itu, siapapun yang jadi nanti terimalah! Jangan dendam! Dukung dan bangun bangsa bersama-sama. Karena Allah SWT pasti memberi yang terbaik.

Siapapun yang jadi nanti, itu adalah orang yang sudah dipilih Allah untuk memimpin negeri ini.

Salam damai Indonesia-ku.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Comments

Popular Posts