2 Februari 2019 | Ujian Hati | Bapak-bapak Minta 2 Ribu Untuk Beli Nasi
Illustrasi gambar dari www.pexels.com
Assalamu'alaikum wr.wb
Halo my blog,
Entah kenapa kadang gue ngerasa Allah mengirimkan mereka untuk memudahkan gue, menguji hati gue dan memberikan kesempatan untuk gue beramal. Seperti kejadian yang barusan terjadi tadi. Sekitar jam 9-an tadi ada Bapak-bapak yang nyamperin gue di pinggir jalan. Dia meminta uang 2rb untuk beli nasi. Tapi dibalik itu semua ada yang menarik di hari ini. Jadi gini ceritanya..
Guys, ternyata ketika jadi orang susah mata gue jadi lebih terbuka akan banyak hal yang ada di kehidupan ini. Entah kenapa selama gue hidup mencari uang di jalan itu banyak sekali pelajaran-pelajaran yang gue dapat. Gue sering ketemu pemulung yang berjalan di bawah panasnya terik matahari, gue sering melihat orang yang (maaf) cacat fisik di lampu merah, gue sering melihat Ibu-ibu yang jualan tisu di lampu merah yang kadang bahkan sampai ketiduran di pinggir jalan karena kelelahan, dan banyak lainnya. Gue sering bertemu hal kayak gitu yang membuat gue merasa sedih dan ingin membuat perubahan. Gue tau gue gabisa membantu mereka semua. Tapi setiap melihat mereka, itu membuat gue terenyuh. Akhirnya gue memutuskan untuk membagi penghasilan yang gue punya ke mereka. Gue sadar bahwa penghasilan gue dan apapun yang gue punya adalah milik Allah. Dan harus kembali pula kepada Allah. Sebelumnya, gue tekankan gue gak bermaksud riya atau sombong dalam cerita ini. Gue ini masih miskin, apa juga yang mau gue sombongin. Jadi tolong kalau ada yang nyasar baca ini, ambil sisi positifnya.
Karena hal itu juga, gue membuat satu hari dalam seminggu gue kumpulkan penghasilan bersih gue di hari itu untuk diberikan ke mereka semua. Gue gak peduli jumlahnya. Berapa pun itu. Kalau di hari itu gue dapat hasil yang banyak pun tetep gue kasih buat mereka karena gue udah tekankan khusus hari itu adalah hari untuk mereka. Dan tau gak sih apa yang gue rasain? Bebas. Tenang. Senang. Bahagia. Gue gak tau bagaimana mengungkapkannya. Di setiap hari itu gue merasakan semuanya terasa free. Gak tau kenapa. Gue merasa kayak dibawa terbang aja oleh sesuatu yang gue gak tau itu apa. Gue bisa senyum ke mereka dengan perasaan yang tulus yang susah dijelaskan. Serius, gue gak tau bagaimana menjelaskannya. Gue rasa satu-satunya cara untuk menjelaskannya adalah orang lain harus melakukan sendiri hal itu.
Dan yakin, gue gak merasa kekurangan setiap melakukan hal tersebut. Justru gue merasa kok gue malah lebih mudah buat nyari rezeki selanjutnya gitu. Gue gabisa jelaskan lah. Kalian harus ngerasain sendiri kalau kalian sudah tau lelahnya mencari penghasilan.
Dan sekarang balik lagi ke Bapak-bapak yang tadi gue temui. Jadi hari ini gue mencoba untuk memulai mencari penghasilan dari pagi jam 6 sampai malam tadi jam 10. Hari ini Alhamdulillah gue dapat rezeki yang lebih dari hari biasanya. Tapi, gue sempet merasa kurang nyaman dalam hati dikarenakan penumpang gue yang terakhir. Jadi penumpang gue yang terakhir ini wanita dan dia berdua dengan temannya mau naik motor gue dengan cara boti (bonceng tiga). Wanita ini gak bilang dulu sebelumnya kalau mau kayak gitu. Begitu gue sampai lokasi penjemputan dia baru bilang dan katanya dia gak punya ongkos lebih buat pesen 2 motor. Disitu gue agak merasa gak mood karena selain gak menaati aturan, lokasi tujuan nya pun jauh ke hotel gateway ahmad yani, sedangkan jemputnya dari gegerkalong. Gue sempet mikir-mikir dulu, tapi wanita ini meminta bantuan sekali, yasudah akhirnya gua iyakan dengan hati yang gak tenang selama di jalan. Ya gimana gak tenang? Kita sudah melanggar aturan lalu lintas. Di jalan itu dalam hati gue mengucap bismillah berulang kali dan mencoba untuk tidak merasa kesal dengan mereka. Mungkin Allah ingin menguji kesabaran gue. Dan begitu sampai, mereka turun, gue rapihin helm dan setting hp gue sebentar tiba-tiba ada Bapak-bapak yang terlihat lemas menghampiri gue.
Sebenernya gue udah liat Bapak ini dulu pas baru nurunin penumpang tadi, tapi gue gak tau kalau Bapak-bapak ini homeless. Begitu gue udah mau cabut, Bapak ini manggil.
Bapak2 : "De, ada uang 2 ribu?" (Nadanya lemas)
Gue : "Maaf, apa pak?" (Gue kurang denger karena suara nya memang pelan dan seperti orang yang takut ngomong)
Bapak2 : "Ada uang 2 ribu de?"
Gue : "Ohh 2 ribu? Buat apa pak?" (Gue tanya begini karena gue rasa Bapak ini meminta dengan cara yang tidak biasa. Biasanya kan kalau orang minta gak sebutin nominalnya, jadi gue takut kalau dia minta 2 ribu karena paksaan orang atau bagaimana)
Bapak2 : "Buat beli nasi" (nada nya makin lemes)
Gue : sambil tersenyum gue tanya lagi "buat beli nasi?"
Bapak2 : "Iya"
Disitu gue berpikir, kalau 2 ribu dapet nasi apa? Mana ada nasi 2 ribu. Mungkin Bapak ini takut kalau meminta lebih jadi dikira kurang ajar, jadi dia bilangnya 2 ribu. Akhirnya gue kasih Bapak tersebut sejumlah uang yang biasanya gue pakai untuk sekali makan. Karena gak mungkin 2 ribu mau dapat nasi apa.
Disitu gue kembali berpikir, ternyata masih banyak orang yang gak bisa makan. Yang sudah sampai malam begini masih bingung dipinggir jalan menahan lapar dan gak tau harus makan apa. Bahkan mungkin bisa jadi tidak makan. Gue merasa ini adalah sebuah hal yang ingin Allah tunjukkan ke gue. Tadi gue sedikit kesal dengan penumpang terakhir gue dan hampir berpikir buat menolak. Di jalan pun gue masih di uji karena 2 wanita ini berisik di sepanjang jalan yang sebenernya membuat gue malu dilihat orang. Tapi kalau gue tolak gue juga kasian, meski gue tau itu melanggar tata tertib lalu lintas, tapi katanya mereka cuman punya ongkos ngepas segitu (mereka gabisa pesan grab satu lagi). Dan setelah selesai dengan wanita-wanita itu, gue dipertemukan dengan Bapak-bapak ini. Itu membuat gue berpikir lagi. Mungkin kah karena kesal tadi udah membuat hati gue kotor, Allah mengirimkan Bapak-bapak ini untuk membersihkan hati gue kembali dengan cara yang indah, yaitu berbagi.
Tak pernah gw sangka akan dipertemukan dengan orang-orang seperti ini di kehidupan gw.
Kamu tahu? Kalau ada orang yang meminta bantuan kepada mu, mungkin saja orang tersebut adalah orang yang dikirimkan oleh Allah untuk membersihkan hati mu.
Yasudah itu aja yang pengen gue bagi hari ini. Udah cape ngetik. Wassalamu'alaikum.


Comments