29 April 2017 | Hidup di jalanan | Bertemu mereka yang membutuhkan
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Hidup di jalanan seperti ini memang sesuatu yang tidak diinginkan orang lain jika bukan karena terpaksa. Tapi disinilah saya belajar banyak hal. Memahami lingkungan sekitar. Bertemu dengan orang-orang berlatar belakang berbeda-beda. Ratusan orang yang memiliki sifat berbeda. Jika kalian sering melihat orang-orang berbagi kebahagiaan di sosial media, maka disini berbeda. Dibawah sini ada kehidupan nyata dari puluhan anak yg sudah tidak memiliki orang tua (yang pernah saya temui), seorang wanita tua tangguh yang berjalan puluhan km menggendong sebuah sak untuk menaruh botol-botol bekas yang ada di jalanan demi menghidupi kebutuhannya, seorang nenek yang mencari kayu bakar untuk bertahan hidup, seorang kakek-kakek berkeliling jualan amplop yang sebenarnya tidak kita butuhkan setiap waktu, dll.
Tak jarang ketika istirahat saya menghampiri mereka dan saling berbagi cerita. Dari orang-orang ini saya belajar banyakkkk sekaliii. Begitu banyak hal yang akan membuat kalian sadar apa arti kehidupan sebenarnya.
Tak jarang saya bercerita segala yang sudah saya alami hingga seperti sekarang kepada mereka. Tapi, ternyata bukan hanya saya saja yang pernah jatuh dititik terendah seperti sekarang ini. Mereka pernah merasakan yang lebih lebih dari yang pernah saya alami bahkan hingga kehilangan orang tua, mereka masih berjuang sendiri. Saya sendiri sudah ke 6 tahun ini hidup jauh dr orang tua. Jujur saja memang terkadang ada perasaan sunyi karena tidak ada perhatian dari Ibu. Meskipun saya pernah berteman dengan wanita (pacaran) pun rasa kesepian itu tetap ada. Ok jangan ngomongin cewe karena itu hal termenyebalkan untuk dipikirkan sekarang.
Mereka anak-anak ini setiap hari mencari uang dengan memulung botol-botol di tempat sampah. Meminta-minta di jalanan dan di restoran. Di lain tempat ketika setelah sholat ashar di Masjid, saya bertemu dengan anak-anak lain yang setiap sore merapikan alas kaki para jemaah Masjid. Kami tidak pernah meminta ataupun menyuruh mereka. Tapi, anak-anak itu tetap ikhlas melakukannya setiap hari, tak jarang orang-orang setelah sholat langsung pergi tanpa berbagi kepada anak-anak itu sedikit pun. Anak-anak ini tak pernah mengharapkan imbalan lebih, jika diberi mereka akan bersyukur dan jika tidak mereka akan tetap tersenyum sembari merapikan yang lain. Setelah saya telusuri ternyata anak-anak ini adalah anak yatim piatu. Ingin sekali rasanya saya bisa membantu mereka lebih dari sekedar memberi recehan. Ingin sekali rasanya bisa membantu mereka memberikan pendidikan dan memberi kesempatan untuk percaya dan mengejar cita-cita mereka. Ingin sekali rasanya memberikan pemahaman tentang kehidupan kepada mereka dan membuat mereka yakin bahwa kita tidak boleh menyerah. Bagi saya mereka juga memiliki potensi untuk bisa membantu memajukan bangsa. Mungkin hal itu akan menjadi salah satu cita-cita saya yang lainnya.
Jika kalian bertemu anak-anak seperti ini, berbagilah pada mereka. Berikan sedikit saja yang kalian punya jika kalian belum mampu memberi banyak. Luangkanlah waktu sebentar dari kesibukan kalian untuk berbagi. Seberapapun yang kalian beri tidak akan membuat kalian miskin. Tuhan akan menggantinya lebih dari yang kalian bayangkan. Mungkin bagi kalian 1000 rupiah tidak berarti, tapi bagi orang-orang yang tidak mampu, itu bisa menjadi benih-benih yang akan merubah hidupnya.
Dan jangan pernah memandang rendah orang lain. Sebenarnya mereka itu sama seperti kita. Kita semua adalah manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Kalian tidak punya hak untuk merendahkan mereka.
Mari hidup untuk saling membantu kepada mereka yang membutuhkan.

Comments